
Kutai Kartanegara, JurnalNusantara.co – Kemajuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kunci utama transformasi ekonomi di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, yang kini mampu mengangkat desa tersebut menjadi desa mandiri.
Prestasi ini menandai keberhasilan desa dalam mengoptimalkan potensi lokal berbasis pertanian melalui pengelolaan BUMDes secara aktif dan profesional, sehingga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, mengungkapkan bahwa peran BUMDes Sumber Purnama menjadi titik balik dalam perjalanan pembangunan desa, terutama dalam menggerakkan roda ekonomi petani.
“BUMDes menjadi tumpuan ekonomi kami saat ini. Para petani mendapat banyak manfaat dari program-program yang kami jalankan,” jelasnya saat ditemui belum lama ini.
Menurutnya, kondisi BUMDes yang sebelumnya pasif telah berubah drastis sejak dilakukan pembenahan manajemen dan penguatan kelembagaan secara menyeluruh.
“Dulu tidak berjalan maksimal. Tapi sekarang, BUMDes kami sudah mampu menyalurkan bantuan, memberikan pendampingan, dan menjadi mitra petani dalam memasarkan hasil pertanian,” sambungnya.
Pemerintah desa juga secara berkala menggelar pelatihan pertanian modern, termasuk strategi menghadapi tantangan iklim dan gejolak harga pasar. Hal ini dilakukan untuk memastikan petani tetap produktif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Selain sektor pertanian, inovasi lain yang dikembangkan meliputi pelibatan masyarakat dalam program padat karya dan penguatan kelembagaan desa guna memperkuat sistem sosial di tingkat lokal.
“Pencapaian ini tak lepas dari kekompakan warga. Gotong royong masih menjadi nilai utama dalam setiap kegiatan pembangunan,” tutur Sukirno menegaskan.
Data dari Dinas Komunikasi dan Informatika menyebutkan, Desa Loh Sumber menjadi salah satu dari 12 desa yang berhasil menyandang status mandiri dari total 53 desa dan kelurahan di wilayah tersebut.
Sukirno menambahkan, keberhasilan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi justru menjadi awal untuk terus bergerak maju dalam menciptakan desa yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Dengan dukungan masyarakat dan lembaga desa, kami akan terus berinovasi,” tutupnya. (adv/der)





