Kukar Bangun Pembinaan Pelajar Daerah Lewat Bimbingan Sekolah Kedinasan

Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana.

Kukar, JurnalNusantara.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) terus memperluas jangkauan pelayanan pendidikan nonformal ke wilayah terpencil. Salah satunya lewat program pelatihan intensif masuk sekolah kedinasan yang kini menyasar pelajar SMA/SMK sederajat di berbagai kecamatan.

Program ini tidak hanya menyediakan materi bimbingan belajar, tetapi juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempersempit kesenjangan akses pelatihan dan informasi bagi generasi muda di wilayah yang minim fasilitas pendidikan tambahan.

Pelatihan yang digagas oleh Dispora Kukar ini disusun secara menyeluruh, mencakup pengenalan soal-soal seleksi, wawasan kebangsaan, tips wawancara, hingga simulasi psikotes. Targetnya adalah membekali para peserta agar memiliki kesiapan akademik sekaligus mentalitas yang kuat.

“Kami menyadari banyak potensi anak-anak dari pelosok, tetapi mereka kurang informasi dan persiapan. Program ini sebagai jembatan agar mereka bisa bersaing secara adil,” ungkap Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, saat ditemui pada belum lama ini.

Menurutnya, selama ini kuota sekolah kedinasan dari pemerintah pusat memang tersedia, namun tidak semua daerah mampu memanfaatkannya secara maksimal karena lemahnya pembinaan dari tingkat bawah.

“Banyak yang gagal bukan karena kurang pintar, tapi karena tidak tahu apa yang akan dihadapi. Kami ingin mengubah kondisi itu lewat pelatihan ini,” tambah Dery menjelaskan latar belakang program tersebut.

Tak hanya itu, program ini juga menghadirkan para alumni sekolah kedinasan asal Kukar yang sudah berhasil menembus seleksi. Mereka akan menjadi narasumber inspiratif untuk memberikan gambaran nyata tentang proses yang dijalani.

“Kami ingin peserta belajar langsung dari yang sudah berpengalaman. Ini penting agar mereka tidak hanya terpaku pada teori,” ujar Dery lagi, menekankan pentingnya pendekatan praktis dalam pembelajaran.

Pelatihan dilakukan secara bertahap dan akan menjangkau seluruh kecamatan, termasuk wilayah yang selama ini tidak memiliki akses terhadap les privat atau lembaga bimbingan lainnya. Untuk menjaga kualitas, peserta akan diseleksi terlebih dahulu.

“Kami ingin mereka yang ikut pelatihan ini benar-benar punya motivasi kuat dan siap berproses,” terang Dery.

Dispora Kukar meyakini bahwa langkah ini bukan sekadar mencetak kelulusan, melainkan membangun pondasi masa depan. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan pemuda daerah yang berkualitas, berdaya saing, dan siap membawa nama Kukar ke level nasional.

“Ini bukan soal berapa banyak yang lolos, tapi bagaimana kami menyiapkan anak-anak Kukar menjadi sosok yang layak diperhitungkan di masa depan,” pungkasnya.

Melalui strategi ini, Dispora berharap pelajar dari wilayah terpencil tidak lagi merasa tertinggal. Justru, mereka bisa percaya diri dan menunjukkan bahwa asal daerah bukan penghalang untuk berprestasi di panggung nasional. (Adv/Der)

 

 

 

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER

BULAN INI