Muara Wis Fokus Tingkatkan Gizi Lewat Pelatihan Kader Posyandu

Kegiatan pembekalan.

KUTAI KARTANEGARA, JurnalNusantara.co – Pemerintah Desa Muara Wis menunjukkan komitmennya terhadap perbaikan gizi masyarakat dengan mendukung pelatihan teknis bagi para kader Posyandu, khususnya dalam upaya menangani ibu hamil berisiko dan balita bermasalah gizi.

Kegiatan pembekalan ini digelar di UPTD Puskesmas Muara Wis pada Selasa (20/5/2025) dan melibatkan unsur pemerintahan desa serta para pelaksana lapangan dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal.

Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memastikan para kader memahami prosedur dan tanggung jawab mereka dalam distribusi serta edukasi gizi kepada masyarakat yang masuk dalam kategori rentan.

Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara puskesmas dan perangkat desa dalam mewujudkan warga sehat.

“Kami berharap para kader bisa benar-benar paham tugasnya di lapangan agar PMT ini tepat sasaran dan memberi dampak nyata,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Desa Muara Wis, Nuryati, Kasi Kesra dan Pelayanan Desa Muara Wis, Saiman, serta Ketua KPM, Kintan Katrin. Hadir pula kader Posyandu dari tiga unit di wilayah tersebut.

Ahli gizi dari Puskesmas Muara Wis, Abd Rahim, memberikan paparan teknis tentang tata cara pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal, sekaligus memperkenalkan indikator keberhasilan program gizi di desa.

“Petunjuk pelaksanaan ini wajib dipahami agar kader tidak salah dalam memberi edukasi maupun menyusun menu makanan tambahan,” ujarnya menjelaskan pentingnya sesi pemaparan itu.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan bahan lokal dalam penyusunan PMT dapat membantu memberdayakan potensi desa serta mendukung ketahanan pangan keluarga.

Selain itu, kader juga diberikan contoh menu yang sesuai kebutuhan gizi ibu hamil KEK dan balita dengan berat badan di bawah garis merah. Materi ini menjadi bekal penting sebelum program dijalankan di masing-masing Posyandu.

Menurut Ketua KPM, Kintan Katrin, para kader terlihat antusias dan siap menjalankan tugasnya dengan tanggung jawab.

“Semoga program ini terus mendapat dukungan, karena kader adalah ujung tombak kami dalam menekan angka gizi buruk,” tuturnya.

Dengan adanya pelatihan ini, desa Muara Wis diharapkan dapat menjadi contoh penerapan PMT lokal yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan di Kutai Kartanegara. (adv/der)

 

 

 

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER

BULAN INI