
Kukar, JurnalNusantara.co– Kunjungan edukatif ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara terus menarik minat tinggi dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Program kunjungan yang diselenggarakan secara gratis ini tidak hanya mengenalkan anak-anak pada tugas dan fungsi petugas pemadam kebakaran, tapi juga membangun keberanian dan kesiapsiagaan melalui beragam aktivitas interaktif.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan bahwa sejak awal tahun 2025, kunjungan dari berbagai PAUD dan TK semakin meningkat. Setiap kunjungan membawa rombongan anak-anak yang antusias belajar dan merasakan langsung simulasi penanganan kebakaran.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan para guru dan orang tua yang membawa anak-anaknya ke sini. Kami ingin memberikan edukasi yang tidak hanya teoritis tapi juga praktik langsung yang menyenangkan,” ujar Fida belum lama ini.
Fida menegaskan seluruh program edukasi ini diselenggarakan tanpa pungutan biaya alias gratis. Hal ini sebagai wujud komitmen Disdamkarmatan Kukar dalam memberikan akses pendidikan keselamatan yang merata dan inklusif bagi semua kalangan masyarakat.
“Tidak ada biaya sama sekali, semua kami fasilitasi untuk membantu anak-anak mendapatkan pengetahuan yang penting mengenai kebakaran dan keselamatan,” tambah Fida.
Selama kunjungan, anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan tentang tugas pemadam kebakaran, alat-alat yang digunakan, dan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya api, tetapi juga diajak mengikuti simulasi penyelamatan.
Salah satu kegiatan favorit adalah permainan Flying Fox yang dipasang di area kantor Disdamkarmatan. Melalui permainan ini, anak-anak belajar melatih keberanian dan mengatasi rasa takut, penting untuk membentuk mental siap siaga sejak usia dini.
“Awalnya banyak yang takut mencoba, tapi setelah satu atau dua kali, mereka jadi lebih berani dan percaya diri. Ini bagian dari pembelajaran karakter yang kami tekankan,” jelas Fida.
Menurut Fida, membangun kesadaran dan keberanian anak sejak dini akan membantu mereka menghadapi berbagai situasi darurat di kemudian hari dengan tenang dan tepat. Model pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan dianggap efektif dalam menanamkan nilai-nilai penting tersebut.
“Kami percaya mental yang kuat dan kesiapsiagaan harus dibentuk sejak anak-anak. Dengan cara yang menyenangkan, mereka bisa lebih mudah memahami dan mengingat pelajaran ini,” tambahnya.
Selain fokus pada edukasi anak, Disdamkarmatan Kukar juga terus meningkatkan pelayanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan masyarakat secara umum. Edukasi bagi masyarakat merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengurangi risiko kebakaran.
“Kami tidak hanya berperan saat terjadi kebakaran, tapi juga ingin masyarakat paham cara pencegahan dan tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan darurat,” ujar Fida.
Disdamkarmatan Kukar berencana memperluas program edukasi ini dengan menambah materi pelatihan yang lebih variatif dan melibatkan lebih banyak lembaga pendidikan. Mereka juga berharap dukungan masyarakat dan pemerintah untuk terus meningkatkan fasilitas pendukung.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh anak di Kukar memiliki kesempatan untuk belajar hal ini. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Fida.
Dengan upaya ini, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terutama generasi muda Kukar terhadap bahaya kebakaran dapat terus meningkat, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga.(Adv/Der)





