
KUTAI KARTANEGARA, JurnalNUsantara.co – Peran pemuda di Kecamatan Muara Wis terus diperkuat melalui pelatihan kreatif dan pendampingan intensif guna mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lokal berbasis potensi wilayah.
Pemerintah kecamatan secara aktif membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan UMKM serta pengelolaan destinasi wisata berbasis kearifan lokal dan lingkungan.
Camat Muara Wis, Fadhli Annur, menuturkan bahwa pelibatan pemuda dalam pelatihan desain produk menjadi strategi awal untuk memperbaiki tampilan kemasan usaha lokal agar mampu bersaing.
“Pelatihan ini menyasar pemuda yang aktif di bidang UMKM, agar mereka bisa membantu meningkatkan kualitas visual produk,” ujarnya belum lama ini.
Ia menilai, anak-anak muda memiliki keunggulan dalam memahami tren pasar dan teknologi digital, sehingga sangat potensial untuk memperkuat strategi pemasaran produk lokal.
“Selama ini, UMKM kita lemah di sisi kemasan dan promosi. Ini yang coba kita jawab lewat pelatihan desain,” jelasnya lagi.
Tak hanya fokus pada sektor usaha mikro, pemerintah kecamatan juga mengarahkan energi pemuda untuk terlibat dalam dunia pariwisata. Mereka digandeng dalam wadah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengelola serta mempromosikan destinasi di Muara Wis.
“Kami ingin pemuda jadi penggerak langsung di lapangan, karena mereka punya kreativitas dan semangat besar untuk memajukan daerahnya,” kata Fadhli.
Ia menyebutkan, salah satu destinasi yang kini mulai dilirik untuk dikembangkan secara swadaya adalah Danau 10 Nusa, yang dirancang menjadi tempat wisata berbasis alam.
“Rencana kami, Danau 10 Nusa akan dilengkapi fasilitas kemah, pemancingan, dan ruang piknik untuk keluarga. Semua bisa dikelola warga sendiri,” ungkapnya.
Fadhli menjelaskan bahwa pendekatan ini sekaligus membentuk karakter kepemudaan yang tidak hanya aktif, tetapi juga peduli pada potensi daerah. Pendampingan pun akan terus diberikan agar mereka tidak hanya sekadar ikut terlibat, tetapi juga mampu mandiri dalam mengelola program.
“Pendekatan kami bukan hanya soal kegiatan, tapi juga pembentukan mental dan tanggung jawab pemuda terhadap masa depan daerahnya,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan program ini. Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan generasi muda diyakini dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
“Kita ingin pemuda jadi tulang punggung ekonomi baru. Kalau semua pihak bergerak bersama, UMKM dan wisata Muara Wis bisa jadi contoh daerah lain,” tutupnya dengan optimis. (adv/der)





