
Kukar, JurnalNusantara.co – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara terus meningkatkan dukungan kepada Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanggulangan kebakaran di berbagai wilayah di Kukar. Peran para relawan ini sangat vital dalam memberikan respon cepat dan membantu meminimalisir dampak kebakaran sebelum tim pemadam resmi tiba.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan bahwa Redkar telah menjadi mitra strategis yang tidak tergantikan dalam sistem penanggulangan kebakaran di daerah. “Kami sangat mengapresiasi keberanian dan pengabdian tanpa pamrih para relawan yang telah menunjukkan komitmen tinggi membantu masyarakat,” ujar Fida saat ditemui di kantornya, Selasa (4/3/2025).
Redkar bukan hanya sekadar relawan biasa, melainkan ujung tombak dalam penanganan awal kebakaran yang kerap menentukan besar kecilnya kerusakan yang terjadi. Keberadaan mereka di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota atau daerah dengan akses terbatas membuat respon cepat mereka menjadi penyelamat bagi banyak warga.
Menurut Fida, relawan memiliki keunggulan mobilitas dan kecepatan yang tak bisa dipandang sebelah mata. “Mereka sering kali menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kebakaran, melakukan pemadaman awal, dan memberi pertolongan sebelum tim profesional datang,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Disdamkarmatan Kukar telah menyalurkan berbagai bantuan perlengkapan dan sarana pemadam kebakaran ke pos-pos Redkar di beberapa kecamatan. Di Muara Muntai, misalnya, telah didirikan pos relawan lengkap dengan satu unit mobil pemadam Komodo yang siap digunakan kapan saja.
Selain itu, Disdamkarmatan juga memberikan mesin pemadam portabel, selang air, tabung pemadam, hingga peralatan keselamatan yang penting untuk operasional relawan. Bantuan serupa diberikan kepada pos-pos Redkar di Muara Kaman dan Sebulu, dua wilayah yang memiliki jumlah relawan cukup banyak dan aktif.
“Muara Kaman mendapat satu unit mobil pemadam, sedangkan Sebulu menjadi wilayah dengan jumlah Redkar terbanyak. Mereka tersebar di Segihan dan Senoni dan selalu sigap saat ada panggilan,” jelas Fida.
Tidak hanya memberikan fasilitas fisik, Disdamkarmatan Kukar juga rutin mengadakan pelatihan teknis bagi para relawan. Pelatihan tersebut mencakup teknik pemadaman api yang efektif, prosedur evakuasi yang aman, serta penggunaan alat pemadam kebakaran agar operasional Redkar semakin profesional dan meminimalisir risiko kecelakaan kerja.
Fida menyampaikan bahwa pelatihan ini juga berfungsi sebagai wadah silaturahmi antar relawan, mempererat sinergi dan koordinasi dalam menghadapi bencana kebakaran. “Kami ingin mereka tidak hanya siap secara fisik tapi juga memiliki pengetahuan dan mental yang tangguh,” katanya.
Pemerintah daerah pun tengah merancang berbagai bentuk penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para Redkar. Rencana ini meliputi pemberian sertifikat penghargaan, peningkatan fasilitas penunjang, serta insentif finansial yang akan dibahas lebih lanjut.
“Kami ingin relawan merasa dihargai dan terus termotivasi untuk menjalankan tugas mulia mereka. Mereka adalah aset penting bagi keselamatan masyarakat Kukar,” ujar Fida.
Ke depan, Disdamkarmatan berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan seluruh Redkar yang tersebar di Kutai Kartanegara. Targetnya setiap kecamatan memiliki pos Redkar yang lengkap dan siap siaga untuk mengantisipasi kebakaran serta keadaan darurat lain.
“Kami berharap dengan jaringan yang semakin kuat dan fasilitas yang memadai, penanganan kebakaran bisa semakin cepat dan efektif, sehingga kerugian masyarakat bisa diminimalisir,” tutup Fida. (Adv/Der)





